ASAL – USUL DESA IGIRKLANCENG
“Kisah di ambil dari sumber sesepuh desa Igir Klanceng”
Pada zaman dahulu, Desa
Igirklanceng bukanlah sebuah desa, Melainkan Hutan Rimba Belantara yang tak berpenghuni dan rindang... Lalu datanglah
dua orang, lelaki dan perempuan dari jawa timur keturunan Kanjeng wali sunan kali jogo.
Beliau Dikenal dengan nama Mbah Banjar dan Nyai Banjar..Beliau melihat bahwa di hutan ini akan bagus bila mereka buka untuk tempat
mereka hidup.. Lalu mereka mulai menebang dan membuka hutan ini untuk dijadikan
Desa untuk mereka dari Sungai Kalikeruh hingga ke Hutan Tangsi dekat Tebing
yang terjal. Lalu beliau menebang Sampai ke Igirmanis dan ke Pager Gunung (Pas perbatasan desa Kalikidang Pandansari Kec. Paguyangan).
Ada sumber lain lagi yang katanya Mbah Banjar membuka Hutan yang sangat Luas hanya dengan kalimat "Allahu Akbar" dan Pohon-pohon yang ada di sekitar Semuanya Tumbang, Subhannallah
pada saat mereka buka hutan mereka terkejut karena mereka melihat penunggu hutan yang mereka buka itu.. yaitu Tawon Klanceng atau Lebah Klanceng,, lebah ini sejenis Kumbang.. Beliau terkejut karena tawon klanceng ini besarnya sama seperti Kambing,, lalu beliaupun meminta pada klanceng itu “wahai klanceng, kami tidak mengganggumu, dan kuharap engkaupun tidak mengganggu kami, kami akan buka desa disini, sekirannya maukah engkau bila kami pindah ketempat barumu?” tanya mbah Banjar kepada Klanceng penunggu hutan,,,
pada saat mereka buka hutan mereka terkejut karena mereka melihat penunggu hutan yang mereka buka itu.. yaitu Tawon Klanceng atau Lebah Klanceng,, lebah ini sejenis Kumbang.. Beliau terkejut karena tawon klanceng ini besarnya sama seperti Kambing,, lalu beliaupun meminta pada klanceng itu “wahai klanceng, kami tidak mengganggumu, dan kuharap engkaupun tidak mengganggu kami, kami akan buka desa disini, sekirannya maukah engkau bila kami pindah ketempat barumu?” tanya mbah Banjar kepada Klanceng penunggu hutan,,,
dan karena beliau seorang keturunan wali maka beliaupun mempunyai karomah yang
luar biasa,, beliau bisa berbicara dengan Klanceng itu,, “Kemana Kau akan
memindahkanku?” ujar Kelanceng tersebut.. mungkin klanceng tersebut bukanlah
Lebah biasa, melainkan lebah siluman atau yang lain karena ukurannya yang
seperti Kambing besarnya...
Lalu mbah bajar pun menjawab “Kami akan memindahkanmu ke
Curug (Tebing) yang berada dibawah sana, apakah kamu mau wahai klanceng?”. Lalu
klanceng itupun Menjawab " Aku mau dipindahkan ke Curug tersebut, Asalkan Hutan yang akan kalian buat Desa ini kalian beri nama sesuai Namaku",,,
Lalu Klanceng Itupun Terbang dan Berpindah Tempat Ke Curug yang berada di bawah desa Tersebut. Curug itupun dinamakan dengan Curug Klanceng oleh Mbah Banjar. Mbah Banjarpun berkata kepada Nyai Banjar “ Nyai Curug itu akan aku namakan Curug Klanceng karena disitulah tempat Klanceng berada.. dan desa yang kita buka ini akan aku namakan desa Igir Klanceng karena desa ini dikelilingi oleh Igir / Bukit dan asal penunggunya adalah Kelanceng,, Maka Aku namakan Igir Klanceng,, gimana Nyai ?”.
Lalu Klanceng Itupun Terbang dan Berpindah Tempat Ke Curug yang berada di bawah desa Tersebut. Curug itupun dinamakan dengan Curug Klanceng oleh Mbah Banjar. Mbah Banjarpun berkata kepada Nyai Banjar “ Nyai Curug itu akan aku namakan Curug Klanceng karena disitulah tempat Klanceng berada.. dan desa yang kita buka ini akan aku namakan desa Igir Klanceng karena desa ini dikelilingi oleh Igir / Bukit dan asal penunggunya adalah Kelanceng,, Maka Aku namakan Igir Klanceng,, gimana Nyai ?”.
Nyai banjar pun menyetujui apa yang Mbah banjar katakan tadi.. lalu setelah beberapa hari kemudian,, mereka menemukan 2 batang Jagung.. merekapun membakar 1 jagung tersebut untuk dibagi menjadi 2, Nyai banjarpun berkata kepada Mbah Banjar “ Makanan ini enak Mbah, aku akan mencoba menanam jagung ini agar menjadi banyak”,, maka jagung yang belum dibakar mereka tanam dan ahirnya menjadi banyak,, tapi dikemudian hari mereka bingung karena Tanaman yang mereka tanam pasti membutuhkan Air,, maka mbah banjar dan Nyai banjar pun membangun Sungai kecil atau kali untuk menyiram tanaman mereka,, mereka mengambil air dari Sungai kali keruh dan dialirkan ke kali kecil yang mereka buat untuk menyirami tanaman mereka..
*Maaf jika masih banyak kekurangan atau cerita yang kurang
Pas.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar